
CCTV bisa putar ulang rekaman kapan saja selama file video masih tersimpan di hardisk (HDD). Anda bisa playback langsung dari monitor yang terhubung ke DVR/NVR, dari HP via aplikasi Hik-Connect, atau dari laptop via iVMS-4200. Durasi rekaman yang tersimpan tergantung kapasitas HDD dan jumlah kamera.
Banyak orang bertanya apakah CCTV bisa putar ulang rekaman yang sudah lewat. Jawabannya: ya, bisa. Kemampuan playback adalah fitur dasar yang dimiliki semua sistem CCTV, baik yang menggunakan DVR untuk kamera analog maupun NVR untuk kamera IP.
Selama rekaman masih tersimpan di hardisk dan belum tertimpa file baru, Anda bisa memutar ulang video dari tanggal dan jam berapa pun. Proses ini disebut playback atau review rekaman.
Kemampuan putar ulang ini adalah salah satu alasan utama mengapa CCTV jauh lebih unggul dibanding sistem keamanan lain seperti alarm. Alarm hanya memberitahu Anda bahwa ada kejadian, tapi CCTV memberikan bukti visual yang bisa diputar ulang berkali-kali. Untuk panduan lebih lengkap tentang playback, Anda bisa membaca artikel cara playback rekaman CCTV yang sudah kami siapkan.
Sebelum membahas cara putar ulang, penting untuk memahami bagaimana CCTV menyimpan rekaman. Ini akan membantu Anda memahami mengapa beberapa rekaman bisa diputar ulang sementara yang lain sudah hilang.
Semua kamera CCTV mengirim data video ke perangkat perekam — DVR atau NVR — yang kemudian menyimpannya ke hardisk internal (HDD). Rekaman berjalan 24 jam non-stop atau sesuai jadwal yang Anda atur (misalnya hanya malam hari, atau hanya saat ada gerakan).
Sistem penyimpanan CCTV menggunakan metode overwrite otomatis. Artinya, ketika hardisk sudah penuh, sistem akan menghapus rekaman paling lama dan menggantinya dengan rekaman terbaru. Proses ini berjalan otomatis tanpa perlu Anda lakukan apa pun.
Sebagai contoh, jika HDD 1TB dengan 4 kamera 2MP bisa menyimpan rekaman sekitar 14–21 hari, maka rekaman hari ke-22 akan menimpa rekaman hari ke-1. Jadi, jika Anda butuh bukti kejadian 30 hari yang lalu tapi kapasitas HDD hanya cukup untuk 21 hari, rekaman tersebut sudah tidak bisa diputar ulang karena sudah tertimpa.
Untuk memahami lebih detail tentang durasi penyimpanan, baca artikel kapasitas hardisk CCTV yang membahas perhitungan lengkap berdasarkan resolusi, jumlah kamera, dan ukuran HDD.
Ini cara paling langsung untuk memutar ulang rekaman. Syaratnya: monitor harus terhubung ke DVR atau NVR melalui kabel HDMI atau VGA.
Jika CCTV Anda sudah terhubung ke internet, Anda bisa putar ulang rekaman langsung dari HP menggunakan aplikasi Hik-Connect. Ini sangat praktis jika Anda sedang di luar rumah dan butuh cek kejadian yang baru saja terjadi.
Perlu diingat bahwa playback via HP membutuhkan koneksi internet yang stabil, baik di sisi HP maupun di sisi CCTV. Jika koneksi lambat, rekaman mungkin akan buffering atau tampil dalam resolusi rendah (sub stream). Untuk tips mengoptimalkan koneksi, baca artikel tips menghemat bandwidth CCTV online.
Selain itu, pastikan CCTV Anda memang terhubung ke internet. Jika sistem CCTV Anda berjalan offline tanpa koneksi internet, playback hanya bisa dilakukan langsung dari monitor di lokasi. Baca CCTV tanpa internet untuk memahami batasan dan solusinya.
Untuk kebutuhan yang lebih serius — misalnya investigasi kejadian atau backup rekaman untuk keperluan hukum — gunakan software iVMS-4200 dari Hikvision di laptop atau PC.
Keunggulan playback via laptop adalah Anda bisa mendownload rekaman dalam format file yang bisa diputar di media player biasa. Ini sangat berguna jika Anda perlu menyerahkan bukti rekaman ke pihak kepolisian atau asuransi.
Untuk panduan lengkap cara akses CCTV dari perangkat yang berbeda, baca artikel cara cek CCTV online yang mencakup akses via HP, tablet, dan komputer.
Durasi penyimpanan rekaman sangat bervariasi tergantung tiga faktor utama: kapasitas HDD, jumlah kamera, dan resolusi video. Berikut estimasi kasar untuk konfigurasi umum.
| Kapasitas HDD | Jumlah Kamera | Resolusi | Estimasi Durasi |
|---|---|---|---|
| 1 TB | 2 kamera | 2MP (1080p) | 21–30 hari |
| 1 TB | 4 kamera | 2MP (1080p) | 14–21 hari |
| 2 TB | 8 kamera | 2MP (1080p) | 14–21 hari |
| 2 TB | 4 kamera | 5MP | 10–14 hari |
| 4 TB | 8 kamera | 5MP | 14–21 hari |
| 4 TB | 16 kamera | 2MP (1080p) | 14–21 hari |
Angka di atas adalah estimasi untuk rekaman 24 jam non-stop dengan kompresi H.265+. Jika Anda menggunakan mode rekaman motion detection (hanya rekam saat ada gerakan), durasi penyimpanan bisa 2–3 kali lebih lama karena tidak semua waktu terekam.
Jika Anda mengalami masalah teknis yang tidak bisa diatasi sendiri, jangan ragu untuk menghubungi layanan servis CCTV dari CCTVGO.ID. Tim teknisi kami bisa membantu troubleshooting secara remote atau datang ke lokasi jika diperlukan.
Untuk menjaga sistem CCTV tetap berjalan optimal dan rekaman selalu bisa diputar ulang dengan lancar, jadwalkan maintenance CCTV secara berkala minimal setiap 6 bulan. Perawatan rutin mencakup pengecekan HDD, pembersihan lensa, update firmware, dan verifikasi koneksi jaringan.
Ya, semua sistem CCTV yang memiliki DVR atau NVR dengan hardisk bisa putar ulang rekaman. Satu-satunya pengecualian adalah CCTV tanpa penyimpanan lokal yang hanya streaming langsung tanpa merekam — tapi konfigurasi seperti ini sangat jarang dan tidak direkomendasikan.
Tergantung kapasitas HDD dan konfigurasi sistem. Untuk setup standar rumah dengan 4 kamera 2MP dan HDD 1TB, rekaman biasanya tersimpan 14–21 hari ke belakang. Untuk kebutuhan penyimpanan lebih lama, Anda bisa upgrade ke HDD 2TB atau 4TB.
Bisa, melalui aplikasi Hik-Connect (Android/iOS). Syaratnya: DVR/NVR harus terhubung ke internet dan HP Anda juga harus memiliki koneksi internet. Playback via HP praktis untuk cek kejadian terbaru, tapi untuk pencarian rekaman yang lebih detail, lebih nyaman menggunakan monitor langsung atau laptop.
Sangat sulit. Ketika rekaman tertimpa oleh file baru di HDD, data lama secara fisik sudah ditimpa dan tidak bisa di-recover dengan software biasa. Inilah mengapa penting untuk segera backup rekaman penting sebelum tertimpa. Jika Anda curiga ada kejadian yang perlu diselidiki, segera download rekamannya saat itu juga.
Tidak bisa. DVR dan NVR adalah perangkat yang bertanggung jawab merekam dan menyimpan video dari kamera ke hardisk. Tanpa DVR/NVR, kamera hanya mengirim sinyal video langsung ke monitor tanpa menyimpannya. Jadi, tidak ada rekaman yang bisa diputar ulang.
Bisa. Rekaman CCTV diakui sebagai alat bukti petunjuk menurut KUHAP Pasal 184. Pastikan rekaman yang Anda serahkan masih asli (tidak diedit), lengkap dengan timestamp yang jelas, dan disimpan dalam format file yang bisa diputar oleh perangkat standar. Download rekaman via iVMS-4200 untuk mendapatkan file asli dengan kualitas terbaik.